35 Tokoh Lintas Agama Dialog Kerukunan di Camat Singingi Hilir

Ditulis Oleh imuss Rabu, 16 Mei 2018, 10:16

Kuansing (Inmas)- Untuk memperkuat dan memantapkan Kerukunan Umat Beragama di daerah Riau, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Subbag Hukum dan KUB, menaja acara Dialog Lintas Agama Dengan Berbagai Kalangan Masyarakat dan Profesi di Aula Kantor Camat Singingi Hilir, Senin (30/04/2018). Adapun tema yang diusung adalah: “Tingkatkan peran aktif aktor-aktor kerukunan dalam memelihara KUB”.

Acara dialog tersebut diikuti oleh 35 orang peserta utusan pemuda dan wanita lintas agama seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha. Sedangkan Narasumber terdiri dari Kakankemenagkab, Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag. Prov. Riau dan staf, serta Ketua FKUB Kuantan Singingi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Camat Arisman Arianto, Kapolsek dan Danramil Kecamatan Singingi Hilir.

Dialog yang diikuti aktor pelaku kerukunan dari golongan perempuan, pemuda, dan aneka profesi itu mendapat respon dan pertanyaan peserta terutama berkaitan dengan kondisi real di lapangan berkaitan kerukunan umat beragama dan potensi konflik. Di samping itu pertanyaan berkaitan pendirian rumah ibadah dan penggunaan sementara tempat ibadah selalu menjadi isu hangat yang senantiasa muncul setiap saat. Seperti pertanyaan salah seorang peserta tentang keberadaan rumah ibadah di suatu daerah pemeluk agama tertentu. “Bagaimana tindakan kami seandainya ada sekelompok umat beragama menjalankan ibadah di suatu tempat/rumah sedangkan di situ mayoritas pemeluk agamanya belum/tidak menerimanaya”?.

Dalam paparannya Kakankemenagkab Kuansing Drs H Jisman menekankan pentingnya upaya memelihara kerukunan. “Kerukunan merupakan harga mati demi tetapnya keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan rakyat Indonesia sampai saat ini masih tetap mempertahankannya” jelas Kakankemenag kabupaten Rokan Hulu yang baru dilantik   tahun 2017 lalu.

Sementara itu Kasubbag Hukum dan KUB H. Anasri, A. Ag., M. Pd. mewakili Kanwil Kemenag. Prov. Riau mengingatkan peserta dialog untuk berpegang teguh kepada 6 etika Kerukunan yang pernah dicanangkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. “Ada enam pilar kerukunan yang harus ditaati dan dilaksanakan secara konsekwen bagi seluruh umat beragama di Indonesia, yaitu: 1). Setiap pemeluk agama memandang pemeluk agama lain sebagai sesama makhluk Tuhan dan saudara sebangsa, 2). Setiap pemeluk agama memperlakukan pemeluk agama lain dengan niat dan sikap baik, empati, penuh kasih sayang, dan sikap saling menghormati, 3). Setiap pemeluk agama bersama pemeluk agama lainnya mengembangkan dialog dan kerjasama kemanusiaan dan kemajuan bangsa., 4). Setiap pemeluk agama tidak memandang agama lain dari sudut pandangnya sendiri dan tidak mencampuri urusan internal agama lain, 5). Setiap pemeluk agama menerima dan menghormati persamaan dan perbedaan masing-masing agama dan tidak mencampuri wilayah doktrin/aqidah/keyakinan dan praktik peribadatan agama lain, 6). Setiap pemeluk agama berkomitmen bahwa kerukunan antar umat beragama tidak menghalangi penyiaran agama dan penyiaran agama tidak mengganggu kerukunan umat beragama”, urai Kasubbag yang terkenal komunikatif dan inovatif ini.

Sedangkan Ketua FKUB Kuansing H. Bakhtiar Saleh, MH selaku moderator dalam acara tersebut menjelaskan tentang pentingya mengetahui dan memahami PBM No. 9 dan 8 Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. “Kenapa disyaratkan sekurang-kurang ada 90 orang penganut suatu agama yang ingin mendirikan rumah ibadah dan persetujuan 60 orang penduduk? Ini maknanya bahwa  besaran jumlah tersebut menggambarkan aspek sosiologis penerimaan dan ketentraman penduduk sekitar. Karena bagaimanapun juga  pendirian dan peribadatan suatu pemeluk agama di rumah ibadah masing-masing sepanjang itu tidak mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat sekitar yang berbeda agama, maka itu bukanlah menjadi pemicu konflik. Namun sebaliknya apabila pendirian rumah ibadah menimbulkan keresahan masyarakat tempatan, maka justru inilah yang menjadi salah satu pemicu konflik dan perusakan rumah ibadat itu”, tambahnya. (ans/rls/mus)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya