Kemad : Perbaiki Penyelenggaraan UNBK dengan Evaluasi, Kakanwil Mengatakan Perlu Siasat

Ditulis Oleh vera Senin, 09 April 2018, 21:27

Riau (Inmas) – 88 siswa MAS Kepenuhan yang berada dibawah yayasan Darul Hiyat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Senin, (9/4). Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi yang sebelumnya telah melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di MAN Rohul dan Ponpes Khalid Bin Walid juga melakukan kunjungan yang sama ke MAS Kepenuhan yang dinaungi yayasan Darul Hiyat tersebut.

Dalam kunjungan ke MAS Kepenuhan Kakanwil langsung memantau lokasi ruang ujian siswa yang tengah serius meyelesaikan jawaban. Menurutnya Kemenag melakukan pemantauan langsung  untuk memotivasi dan menyukseskan  sekaligus mengetahui sejauh mana kendala yang dihadapi dalam proses ujian berbasis komputer itu.

Ahmad Supardi sepakat pelaksanaan UNBK perlu dilakukan oleh seluruh madrasah di Riau, apalagi sebelumnya Kemenag juga telah menyelenggarakan UAMBN khusus mata pelajaran Agama Islam berbasis komputer. “Jadi UNBK ini disamping memiliki kelebihan kelebihan tetap ada kekurangannya, sepertiterkendala listrik yang tiba tiba bisa mati ataupun jaringan internet yang kurang baik, hal ini perlu disiasati secara jitu”, tegasnya.

Kemad Amir Husin SAg mengungkapkan Yayasan Darul Hiyat menaungi empat sekolah. Salah satunya adalah MAS kepenuhan dan tiga sekolah lainnya yaitu SD Islam Mawaddah 220 siswa, SMP Islam Mawaddah total siswa  sebanyak 240 siswa, TK PAUD Islam Mawaddah yang berjumlah 180 orang dan MAS 330 orang. Ia mengaku di MAS Kepenuhan baru memiliki dua guru PNS sisanya masih honor sebanyak 19 orang.

“MAS kepenuhan yang berdiri pada Tahun 2000 ini telah menghasilkan 15 angkatan sejak berdiri”, ujarnya. Ia menilai untuk pelaksanaan Ujian nasional tahun ini pihaknya mengaku bersyukur bisa turut melaksanakan UNBK layaknya madrasah negeri lainnya. "Dari segi perangkat komputer pihaknya bisa mengatasi dengan baik, dalam arti tidak ada masalah, namun berkaitan dengan jaringan internet saja yang sempat kami khawatirkan, apalagi kalau sudah hujan, mendung atau petir,tentu internet harus dimatikan dari pusatnya.

Ia menambahkan, dari jumlah siswa yang mengikuti ujian dibutuhkan sedikitnya 50 unit komputer untuk pelaksanaan UNBK. Sementara di MAS kepenuhan sendiri saat ini baru tersedia 40 unit komputer, itu pun sudah termasuk bantuan dari wali murid.

Menurutnya UNBK sangat membantu siswa, selain mereka tidak gagap teknologi lagi nantinya, juga dapat melatih kecepatan dan ketilitian dalam menjawab soal dengan perangkat teknologi ini. Kami berharap ujian yang akan berlangsung empat hari kedepan bisa berlangsung lancar, dengan mapel bahasa Indonesia, Matemetika, bahasa Inggris dan hari keempat untuk mapel pilihan jurusan IPA atau IPS. “Masing masing siswa diberikan hak memilih satu mapel pilihan ujian pada hari terakhir tersebut, ujarnya lagi. Selain itu lanjutnya, perlu evaluasi dari semua pihak terkait dalam mengsukseskan UNBK ini kedepan terkait beragam kendala yang ditemui dilapangan, terutama masalah fasilitas perangkat.

Terpisah, Proktor Ujian BK MAS Kepenuhan Kurnia Sandi mengaku tidak menemui kendala berarti selama ujian. Kecuali pada pagi hari tadi listrik sempat mati beberapa saat namun sudah diatasi dengan baik, dan tepat jam 07.30 tetap bisa dimulai juga ujian, terangnya. Ia menjelaskan ujian yang membutuhkan sinkronisasi antara server dan klien ini harus dipastikan lancar. Mengingat untuk membuka soal soal tersebut dibutuhkan user name dan password masing masing serta sebuah token  sehingga keamanannya lebih terjamin. Menurutnya token baru akan diberikan sekitar 10 menit sebelum pelaksanaan UNBK dimulai.

Ia memandang banyak kelebihan dengan diterapkannya UNBK ini. Selain siswa menjadi lebih efisien waktu dan praktis dalam menjawab soal soal, juga untuk melatih siswa dalam menggunakan perangkat teknologi yang lebih objektif ketimbang cara manual seperti UNKP selama ini.

“ Kesalahan atau human error tetap ada, sehingga butuh antisipasi. Khususnya psikologis anak dalam menghadapi komputer yang tiba tiba mati listrik atau karena petir dan sebagainya seperti apa perlu disiasati dengan baik”, ungkapnya.(vera)

Kurnia Sandi menuturkan kelemahan dari pelaksanaan UNBK ini sangat bergantung pada aliran listrik, internet dan fasilitas lainnya yang harus memadai. (vera)

 

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya