Kunjungi Desa Selat Akar, Seksi Penyelenggara Buddha Adakan Pembinaan

Ditulis Oleh riaumeranti Selasa, 13 Maret 2018, 10:57

Meranti (Inmas) - Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau melalui Seksi Penyelenggara Budha mengadakan kegiatan Pembinaan Umat Budha di daerah 3 T (tertinggal, terpencil dan terluar/perbatasan) pada Senin (12/03/2018) di Desa Selat Akar Kecamatan Tasik Putri Puyu. Desa Selat Akar sendiri merupakan salah satu desa di Kabupaten Kepulauan Meranti yang berada di wilayah perbatasan dan termasuk kedalam wilayah tertinggal, terpencil dan terluar.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kasubdit Penyuluhan Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI Saiman, S.S, M.Si, Pembimas Budha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Tarjoko, S.Pd, MM., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha Drs. H. Sulman, Penyelenggara Budha Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Metawati, S.Ag, Camat Tasik Putri Puyu Abdul Hamid, S.THI, MM dan Ketua Mapanbumi Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dalam laporannya, Penyelenggara Budha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Metawati, S.Ag menyampaikan bahwa dengan diadakannya pembinaan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada umat Budha di Desa Selat Akar tentang permasalahan-permasalahan umat yang ada serta dapat mencari solusi terhadap usulan yang disampaikan oleh umat. "Umat Budha di Desa Selat Akar khususnya sangat mengharapkan pembangunan sekolah maupun rumah ibadah, semoga Pemerintah Pusat bisa memperhatikan". Ujar Metawati menambahkan.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau melalui Kasubag Tata Usaha H. Sulman dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Kasubdit Penyuluhan Ditjen Bimas Budha RI atas kunjungan dan perhatiannya kepada Kabupaten Kepulauan Meranti. H. Sulman menyampaikan bahwa Kementerian Agama pada dasarnya melayani semua agama yang ada termasuk didalamnya umat yang beragama Budha. Menurut H. Sulman, apapun permasalahan yang berkembang baik yang menyangkut masalah peribadatan maupun pendidikan, masyarakat diharapkan dapat berkonsultasi serta koordinasi ke Kantor Kementerian Agama Kepulauan Meranti melalui Penyelenggara Budha. 


Sementara itu, Kasubdit Penyuluhan Ditjen Bimas Budhha Kementerian Agama RI Saiman S.S, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunci hidup ada 3 (tiga) yaitu badannya sehat, perutnya kenyang dan pikirannya tenang. Dengan begitu, lanjut Saiman kita bisa menjalankan kehidupan dengan baik dan menjadi tenang. "Mudah-mudahan kedepannya bangunan Vihara Maitreya ini tahun depan bisa berubah dan diperbaiki". Ujar Saiman menambahkan.


Kegiatan pembinaan tersebut ditutup dengan pembagian akta nikah secara simbolis kepada umat Budha oleh pemerintah Kecamatan Tasik Putri Puyu yang diberikan oleh Camat Abdul Hamid S.TH.I., MM. (Tim Humas).

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya