Ketua DWP Kemenag Riau Ikuti TOT SPAK di Jakarta

Ditulis Oleh imuss Senin, 12 Maret 2018, 09:17

Ketua DWP Kemenag RI bersama Penasehat DWP Kemenag RI

Jakarta (Inmas)- Kementerian Agama RI menggelar Training of Trainer (ToT) Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). ToT yang digawangi Itjen Kemenag bekerja sama dengan KPK dan Kedutaan Besar Australia melalui Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2) ini digelar bersamaan Sosialisasi Program Pencegahan Anti Korupsi, 8-10 Maret 2018 di Jakarta.

ToT dibuka oleh Menag RI Lukman Hakim Saifuddin dan dihadiri, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Sekretaris 1 Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia Lucia Peitropaoli, Irjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan, dan Penasihat Darma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Trisna Willy Lukman, serta seluruh Ketua DWP Kanwil Kemenag se Indonesia, termasuk Ketua DWP Kemenag Riau Dra H Mariam M Pd.

Lukman Hakim mengatakan, perilaku korup terjadi karena faktor luar dan dalam. Faktor luar, bisa karena sistem yang ada kurang mendukung pemberantasan korupsi, adanya kesempatan, kurangnya pengawasan dan lain sebagainya. Sementara, faktor dari dalam, bisa terjadi karena ketidakmampuan untuk mengendalikan keinginan yang kelewat batas.

“Korupsi sangat merusak. Kita harus menjauhinya. Mari, lakukan pencegahan korupsi mulai dari dalam diri kita. Kita harus mampu mengendalikan keinginan kita yang kadang kala, kelewat batas. Keinginan dan gaya hidup, jika tidak kita kendalikan, tak akan ada habisnya. Mari kita belajar qona’ah; perasaan yang cukup” terang Menag, Kamis (08/03).

Selain memulai dari dalam diri, Menag mengajak para peserta untuk mempunyai pemahaman keagamaan yang baik, baik untuk diri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

“Ini adalah problem yang harus kita pecahkan bersama. Kita harus memulai dari dalam diri kita. Kita juga harus membekali diri dan keluarga kita dengan pemahaman keagamaan yang baik, bahwa korupsi adalah perbuatan hina dan dosa. Bahwa nilai agama adalah memanusiakan manusia, memposisikan manusia pada posisi terhormat, pada harkat, derajat dan martabat yang sesungguhnya,” tuturnya.

Mengutip cuitan yang pernah diunggah pada akun tuiternya di tahun 2014 lalu, Menag mengatakan bahwa kursi jabatan yang didapat dengan cara membeli, suatu saat akan terjual bersama harga diri pemiliknya. “Mari hindari korupsi. Pahamkan keluarga kita, putra-putri kita tentang bahaya korupsi," tegas Menag.

Sebelumnya, Irjen Kemenag, M Nur Kholis Setiawan melaporkan, Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi yang terselenggara atas kerja sama Itjen, Kedutaan Besar Australia melalui Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2) dan KPK ini dihadiri 110 peserta, dari DWP Kemenag pusat dan para ketua DWP Kemenag wilayah. “Sosialisasi ini dihadiri para istri pejabat eselon 1, istri Kakanwil Kemenag, pengurus DWP Kemenag pusat dan staf Itjen," ujarnya.

"Semoga dari pelatihan ini, muncul kader anti korupsi dan basisnya melalui keluarga. Keluarga sangat penting, karena menjadi ruang pendidikan pertama bagi putra-putri kita. Dalam keluarga pula, kita bisa saling ingatkan,” lanjutnya.

DWP Kemenag telah mempunyai 64 kader SPAK. Mereka telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan KPK.

“Sebentar lagi kita akan mempunyai 174 kader SPAK dan semoga menjadi virus positif. Semua tahu, jika ibu-ibu sudah marah, akan berdampak sistemik,” imbuh Irjen.

Kegiatan yang mengangkat tema: "Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga" ini akan berlangsung hingga 10 Maret 2018.

Ketua DWP Kemenag Riau, Dra Hj Mariam M Pd terkait keiatan Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi dan ToT SPAK dengan tema “Pencehagan Korupsi Berbasis Keluarga” merupakan tindak lanjut kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. di Provinsi, DWP Kemenag Riau terus melakukan sosialisasi di Kabupaten/ Kota untuk menanamkan kesadaran dan peran serta perempuan dalam memberantas Korupsi.

“Seperti yang dikatakan oleh Menteri Agama RI, bahwa perempuan itu berperan strategis dalam pemberantasan korupsi, bahkan perempuan adalah jantung perlawanan korupsi. Karena memang perempuan khususnya sebagai istri dan ibu rumah tangga, merupakan pintu pendidikan awal bagi anak- anaknya,” jelasnya. (kgi/mus)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya