Kakan Kemenag Rohil buka kegiatan verval data siswa penerima PIP tahun 2018

Ditulis Oleh riaurohil Rabu, 07 Maret 2018, 10:07

Kakan Kemenag Rohil saat memberikan sambutan pada acara verval data siswa penerima PIP tahun 2018

Rokan Hilir (inmas) - Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan akses bagi anak usia 6 sampai dengan 21 tahun dalam mendapatkan layanan pendidikan guna mendukung pelaksanaan pendidikan wajib belajar 12 tahun.

Hal ini disampaikan Kakan Kemenag Rokan Hilir H. Agustiar saat membuka acara verifikasi dan validasi data PIP madrasah se Kabupaten Rokan Hilir yang dilaksanakan Seksi Kesiswaan Kanwil Kemenag Riau melalui Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Rohil pada hari Selasa (7/3) di aula kantor Kemenag.

Didampingi Kasi Penmad Drs. H. Naini, M.Pd.I dan Narasumber Kasi Kesiawaan Kanwil Kemenag Riau H. Masnur, SE dalam sambutannya melanjutkan bahwa, untuk mendukung program tersebut maka Kemenag Rohil melalui Seksi Penmad mengundang Operator dan Bendahara Madrasah MI, MTs, dan MA se Kab. Rohil yang data siswa penerima PIPnya belum akurat untuk dilakukan verifikasi dan validasi data calon penerima PIP Madrasah Tahun 2018.

Lanjut H. Agustiar, bahwa tujuan dari pelaksanaan verval untuk penerima PIP ini adalah untuk melakukan verifikasi dan validasi data siswa calon penerima program Indonesia pintar. Data calon penerima sudah ada dalam aplikasi SIPMA (Sistem Informasi Program Indonesia Pintar). “tugas dari Operator madrasah adalah melakukan verifikasi dan validasi terhadap data tersebut, apakah data yang terdapat pada SIPMA itu sudah benar atau terdapat data calon siswa yang tidak lagi bersekolah (pindah) pada madrasah tersebut, atau penyebab lainnya sehingga siswa tersebut tidak lagi berhak mendapatkan bantuan melalui Madrasah berdasarkan data dari SIPMA,” jelasnya.

Verval ini dilakukan karena data siswa yang mendapatkan program PIP berasal dari Kementerian Sosial. Maka wajar, jika siswa madrasah penerima PIP dilakukan verval di Kementerian Agama dan yang siswa sekolah di Dinas Pendidikan. Dan jika masih ada kekeliruan masih bisa diperbaiki dan diajukan permohonan kembali. “akurasi data akaan berpengaruh pada hasil,” Kakan Kemenag mengingatkan.

Terkait dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) H. Agustiar menetapkan batas akhir penyampaian proposal paling lambat pukul 16.00 WIB, Rabu (7/6). “jika ada madrasah yang sampai batas akhir penyampaian proposal BOS belum mengantar dengan terpaksa kami tinggalkan. Jangan sampai karena nila setitik rusak susu sebelanga,” tegasnya.

Sementara itu narsum Kanwil Kemenag Riau H. Masnur, SE didampingi stafnya Masykur menjelaskan proses verifikasi dan validasi secara detail. Acara selesai pukul 12.30 WIB. (Nsh)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya