Tinjau Gedung SBSN, Kakanwil : Kantor Representatif, Pelayanan Wajib Prima

Ditulis Oleh vera Selasa, 16 Januari 2018, 01:30

Riau (Inmas) - Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA beserta tim yang dimotori Kabid Urais meninjau gwdung baru balai nikah dan manasik haji Kecamatan Rengat Kab Inhu pad Senin, (15/01).

Peninjauan lokasi turut didampingi Kabag TU Drs H Mahyudin MA, Kepala Kankemenag Inhu Drs H A Karim, Kakankemenag Inhil Drs H Azhari, Kasubbag Kemenag Inhil, Kasi Pemberdayaan KUA Drs Edi Tasman MA, Kasubbag Inmas Dedi Sahrul SKom MSi dan dua orang Tim Inmas.

Pada kesempatan itu Kakanwil mengaku sangat kagum dengan desain gedung baru tersebut."Gedung balai nikah dan manasik haji ini secara fisik penampilannya cukup megah", ucapnya. Pemerintah telah menggelontorkan dana sebanyak 1,6 miliard untuk bangunan megah ini, dan alhamdulillah secara fisik bangunan ini sangat representatif. 

Ia berharap dengan kantor baru yang berdiri megah tersebut seluruh elemen KUA dapat mengoptimalkan kualitas pelayanan, baik itu sarana maupun prasarana. Pihaknya sangat menggantungkan harapan kedepan KUA kecamatan yang mendapat bantuan dana SBSN terus berupaya meningkatkan optimalisasi pelayanan. Sudah sepatutnya kantor bagus dibarengi dengan pelayanan yang bagus dan prima. "Jangan sampai saat masyarakat membutuhkan pelayanan jasa kita, kita tidak berada di tempat, maka pegawai harus menjaga kedisiplinannya dalam bertugas, dan Kepala KUA dapat mengantisipasi hal hal ini kedepan", ujarnya menekankan.

"Begitu pula untuk pelayanan pendaftaran nikah, hingga penerbitan buku nikah, jangan sampai masyarakat berlama lama menunggu respons pelayanan kita. Dan yang tak kalah penting menurutnya sistem pelayanan nikah juga harus diperbaiki dan ditingkatkan, kalau selama ini manual sekarang sudah bisa dinikmati melalui via selluler dimanapun berada", tegasnya.

Lebih lanjut  itu ia mengajak Kepala KUA, disamping sebagai Kepala KUA juga harus memperhatikan tugas tambahan yang melekat padanya, katakanlah tugas sebagai PPAIW (Pejabat Pembuat Akte Izin Wakaf) seyogyanya mampu memantau dan mengawasi dengan baik masalah perwakafan maupun zakat mengingat potensi umat yang luarbiasa.

Hal lainnya seperti mengontrol berjalannya kerukunan dan keharmonisan dalam umat beragama maupun antar umat beragama, jangan sampai terjadi konflik ataupun bentrok yang berujung pada dampak yang sangat fatal, imbuhnya.

Begitu pula halnya terkait masalah pendidikan, para pengawas di madrasah juga seharusnya bisa memanfaatkan fasilitas gedung baru ini sebagai wadah dialog dan pertemuan untuk kemajuan madrasah. Tak terkecuali persoalan manasik haji, jika selama ini manasik haji di masjid atau mushalla, mulai saat ini kita harapkan bisa dipusatkan di kantor ini untuk tingkat kecamatan, tandas Ahmad.

Jika hal ini bisa diaplikasikan, berarti kantor yang bagus sudah terbukti diimbangi dengan pelayanan yang bagus, pesan calon doktor ini. (vera/adi)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya