Pengukuran ulang kiblat masjid At-Taqwa Kepenghuluan Jojol Kec. Kubu Babussalam

Ditulis Oleh riaurohil Senin, 17 Juli 2017, 12:07

Photo bersama usai pengukuran kiblat

Rokan Hilir (inmas) – Arah kiblat merupakan arah yang dituju oleh umat Islam dalam melaksanakan ibadah khususnya shalat, yaitu menghadap ke arah ka’bah di Masjidil Haram. Kata Kiblat berarti Ka’bah yang terletak di dalam Masjidil Haram kota Mekah. Para ulama sepakat menghadap ke arah kiblat merupakan syarat sahnya shalat, maka kaum muslimin wajib menghadap ke arah kiblat dalam melakukan ibadah shalat. Dengan demikian arah kiblat adalah suatu arah (kiblat di Mekah) yang wajib dituju oleh umat Islam ketika ibadah shalat. 

Hal ini disampaikan Zakifri, SHI, Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir saat melakukan pengukuran ulang kiblat Masjid At-Taqwa Kepenghuluan Jojol Kecamatan Kubu Babussalam Kabupaten Rokan Hilir.

Kedatangannya di Masjid tersebut didampingi pengelola situs web Kemenag Rohil atas permohonan pengurus, jamaah masjid dan penghulu, perihal perubahan arah kiblat masjid yang akhir-akhir ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, bahkan menimbulkan pro-kontra diantara jamaah.

Terkait hal di atas, maka pengurus masjid mengirimkan  surat permohonan kepada Kantor Kementrian Agama Kabupaten Rokan Hilir, untuk dapat mengirimkan Tim Bersama untuk melakukan pengukuran ulang arah kiblat di Masjid At-Taqwa, Jojol Kec. Kubu Babussalam.

Sebelum dilakukan pengukuran ulang arah kiblat, terlebih dahulu mendengarkan penjelasan tentang kedudukan Kàbah bagi umat Islam saat mendirikan shalat dari Penyelenggara Syariàh,  Zakifri, SHI. Usai taushiyah selanjutnya dilakukan diskusi antara jamaah, pengurus, dan penghulu Jojol.

Dari hasil diskusi bersama, terungkap dari penyampaian Datuk Penghulu Jojol Jesridin bahwa, sejak Masjid At-Taqwa tersebut didirikan, shaf para jamaah dalam melaksanakan salat wajib maupunn sunnah ternyata arah kiblatnya masih lurus mengikuti bentuk bangunan. “dari awal didirikan, shaf jamaah masih mengikuti posisi masjid, namun setelah diketahui derajat kiblat untuk Kab. Rohil 293 derajat, muncul keraguan ditengah masyarakat,” ungkap Datuk Penghulu.

Usai diskusi, dan disepakati untuk di ukur ulang, semua yang datang masuk riang utama masjid untuk menyaksikan proses pengukuran ulang yang dilakukan Tim pengukur arah kiblat Kemenag Rohil.

Dari hasil pengukuran Tim Bersama jamaah, ditemukan bahwa posisi masjid tidak mengarah kibat. Dalam kompas kiblat posisi masjid mengarah lurus ke barat (270 derajat). “kalau ke barat, lurusnya bukan ke Kàbah, tapi ke Negara Tanzania atau etopia,” ujar Zakifri sambil bercanda.

Lanjut Zakifri, pengukuran arah kiblat hari ini, Minggu 16 Juli 2017 bertepatan dengan posisi matahari persis di atas Kàbah pada jam 16.27 WIB. Hal ini berdasarkan surat edaran Dirut Urusan Agama Islan dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama RI tentang Rasydul Qiblat.

Usai pengukuran, selanjutnya dibuat berita acara, ditanda tangani pihak terkait dan para saksi. “berita acara ini, sebagai dasar untuk diterbitkan piagam kiblat oleh Kemenag Rohil,” pungkasnya. (Nsh)

kembali ke daftar berita

Berita Lainnya