Menuju Perpustakaan Bertaraf Internasional

Ditulis Oleh imus Rabu, 24 Agustus 2016, 09:23

Oleh: Dr. Suriani, S.Ag.,S.S., M.Si

PENDAHULUAN

Dalam menghadapi era informasi dan globalisasi yang semakin kompetitif saat ini, maka perguruan tinggi di Indonesia dituntut untuk meningkatkan mutunya melalui Tridharmanya agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi asing terutama perguruan tinggi yang telah mencapai predikat world-class university. World-Class University merupakan peringkat tertinggi dari tiga klasifikasi perguruan tinggi yang dikasifikasikan berdasarkan tujuan utama perguruan tinggi. Ketiga klasifikasi tersebut menurut Jung Cheol Shin & Barbara M. Kehm (2013: 20) adalah “a world-class, national-class, or local-class university.Conceptually, a world-class university differs fromnational-class and local-class universities in its research focus, teaching,and social services.”

Di sisi lain juga ada beberapa metode/lembaga yang melakukan perangkingan internasional berdasarkan beberapa indikator untuk mengakategorikan suatu perguruan tinggi masuk kategori kelas dunia, yaitu:

  1. Times Higher Education Supplement (THES)

Metodologi untuk perangkingan ini lebih difokuskan pada: reputasi internasional, kombinasi input subjektif (peer review dan survey), data kuantitas  (jumlah fakultas dan mahasiswa internasional), pengaruh staf pengajar yang direpresentasikan melalui sitasi penelitian

  1. Shanghai Jiao Tong University (SJTU).

Menggunakan metodologi yang berfokus pada indikator objektif, seperti kinerja akademik dan penelitian staf pengajar, kualitas alumni dan staf (penghargaan yang diperoleh), publikasi ilmiah, indeks sitasi (rujukan).

  1. Webometric, dengan indikator WEB universitas yang meliputi aspek: seberapa sering diakses oleh pihak lain (visibility) 50%, jumlah muatan/halaman/kolom/entri (size) 20%, jumlah file yang dimuat, misalnya bahan ajar, dokumen perpustakaan digital terutama koleksi local content (rich files) 15%, dan publikasi ilmiah dosen/staf akademik (scholar) 15%.

Altbach; Khoon et al; Niland (dalam Salmi, 2009: 6) mengemukakan sejumlah karakteristik utama perguruan tinggi bertaraf internasional, yaitu: highly qualified faculty; excellence in research; quality teaching; high levels of government and nongovernment sources of funding; international and highly talented students; academic freedom; well-defined autonomous governance structures; and well-equipped facilities for teaching, research, administration, and (often)student life (pengajar yang berkualifikasi tinggi, hasil penelitian yang sahih, pengajaran yang berkualitas, tingginya tingkat partisipasi pendanaan dari pemerintah dan non-pemerintah, mahasiswa-mahasiswa berbakatdan berstandar internasional, kebebasan akademis, struktur pengelolaan otonomi kampus yang dirumuskan secara tepat, tersedianya fasiltas pengajaran, penelitian, administrasi, bahkan fasilitas penunjang keseharian mahasiswa).

Sementara Salmi (2009:6) mengemukakan tiga faktor kunci untuk mengkarakteristikkan suatu perguruan tinggi bertaraf internasional, yaitu: (a) a highconcentration of talent (faculty and students), (b) abundant resources to offer a rich learning environment and to conduct advanced research, and (c) favorable governance features that encourage strategic vision, innovation, and flexibility and that enable institutions to make decisions and to manage resources without being encumbered by bureaucracy. Ketiga faktor tersebut digambarkan Salmi sebagai berikut:

Characteristics of a World-Class University (WCU): Alignment of Key Factors

Sumber: Dikreasikan oleh Salmi (2009: 8)

Terkait dengan beberapa karakteristik atau indikator universitas bertaraf internasional sebagai mana disebutkan di atas dapat di dukung oleh keberadaan perpustakaan perguruan tinggi dengan mengacu pada Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 Pasal 24, bahwa: (1) Setiap perguruan tinggi menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan; (2) Perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki koleksi, baik jumlah judul maupun jumlah eksemplarnya, yang mencukupi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, (3)Perpustakaan perguruan tinggi mengembangkan layanan perpustakaan berbasisteknologi informasi dan komunikasi, (4) Setiap Perguruan Tinggi mengalokasikan dana untuk pengembangan perpustakaan sesuai denganperaturan perundang-undangan guna memenuhi standar nasional pendidikan dan standar nasional perpustakaan.

Untuk dapat optimal dalam menunjang kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam proses pencapaian predikat World-Class University (WCU), maka perpustakaan sebagai bagian integral dari kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di perguruan tinggi (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, Pasal 1 ayat 10)  harus mampu memenuhi standar nasional perpustakaan yang terdiri atas: standar koleksi perpustakaan;  standar sarana dan prasarana; standar pelayanan perpustakaan; standar tenaga perpustakaan; standar penyelenggaraan; dan standar pengelolaan (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, Pasal 9).

Sehubungan dengan harapan agar lahir perpustakaan perguruan tinggi ‘berkelas dunia’ di Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pernah memberikan wacana dengan menyelenggarakan seminar dan sharing informasi tentang ‘World class university library’. Pada Seminar International Libraries for World Class Universities, Luki Wijayanti, Yooke Tjuparmah dan pakar-pakar lainnya berupaya mencermati kondisi perpustakaan yang berkelas dunia. Kemudian diperoleh parameter/indikator pengkualifikasian untuk perpustakaan perguruan tinggi berkelas dunia yang  diharapkan dapat dijadikan acuan bagi perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia.

Untuk dapat bersaing dengan perpustakaan asing yang telah mencapai predikaT Perpustakaan Bertaraf Internasional, perpustakaan perguruan tinggi yang ada di Indoensia, minimal harus mampu memenuhi parameter yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Standar Nasional Perpustakaan (SNP 010: 2011 Perpustakaan Perguruan Tinggi).

  1. KONDISI OBJEKTIF (PROFIL) PERPUSTAKAAN UIN SUSKA RIAU

Perumusan rencana strategis dan penetapan program pengembangan perpustakaan ke depan tidak terlepas dari pemahaman pemimpin perpustakaan mengenai kondisi objektif yang ada saat ini.

  1. Gedung dan Ruang

McDonald (2007: 12) mengemukakan  10 kualitas yang harus dipenuhi untuk suatu gedung perpustakaan yang baik, yaitu:

  • Functional space that works well, looks good and lasts well.
  • Adaptableflexible space, the use of which can easily be changed
  • Accessiblesocial space which is inviting, easy-to-use and promotes independence
  • Variedwith a choice of learning, research and recreational spaces and fordifferent media
  • Interactivewell-organised space which promotes contact between users and services
  • Conducivehigh-quality humane space which motivates and inspires people
  • Environmentally suitablewith appropriate conditions for users, books and computers
  • Safe and secure– for people, collections, equipment, data and the building
  • Efficienteconomic in space, staffing and running costs
  • Suitable for information technologywith flexible provision for users and staff

Perpustakaan UIN Suska Riau yang dibangun dengan bantuan dana IDB memiliki luas 4.000 M2dengan 4 (empat)lantai yang terhubung dengan gedung Rektorat dan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data, tetap memperhatikan kesepuluh kriteria yang direkomendasikan oleh IFLA (The International Federation of Library Association and Institutions).

Luas gedung 4.000 M2 dinilai cukup representatif untuk rasio mahasiswa UIN Suska yang berjumlah sekitar 27.000 orang.

  1. Fasilitas

Keberadaan fasilitas perpustakaan turut mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan oleh pemustaka. Beberapa fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan UIN Suska Riau, di antaranya: Katalog online (Online Public Access Catalog=OPAC), layanan mandiri atau Multi Purpose Stations (MPS) atau self-service, lemari penitipan barang (Locker),Wi Fi Area, perpanjangan peminjaman buku (renew) secara online, tempat pengembalian buku di luar jam kerja (Book Drop).

a. Layanan

i. Jam Buka Perpustakaan

Perpustakaan UIN SUSKA Riau  memberikan layanan kepada pemustaka selama 6 hari dalam seminggu, dengan jadwal sebagai berikut : Hari Senin- Kamis buku pukul 08.00 - 16.00, istirahat 12.00- 13.00. Jum'at buka pukul 08.00- 16.00, istriahat 12.00- 13.30 WIB. Sabtu buka pukul 09.00 - 15.00 WIB

Sampai saat ini perpustakaan UIN Suska Riau belum menerapkan pelayanan di hari Minggu sebagai yang telah diterapkan oleh beberapa perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia.

ii. Jenis Layanan

Beberapa jenis layanan yang disediakan oleh perpustakaan UIN Suska Riau di antaranya, adalah:

  • Layanan sirkulasi
  • Layanan Referensi
  • Layanan Local Content(Skripsi, Tesis & Disertasi) dengan sistem tertutup.
  • Layanan Multimedia (koleksi digital, termasuk layanan unggah soft file skripsi)
  • Layanan Pendidikan Pemakai (user education)
  • Layanan Fotocopy

b. Koleksi

Koleksi ibarat menu utama bagi pemustaka untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka. Agar menu yang disediakan oleh perpustakaan tidak membosankan, maka setiap tahun perpustakaan berupaya mengembangkannya baik dari segi jumlah, jenis, kualitas, keterkianian dan format bahan pustaka dengan tetap mengikuti perkembangan informasi dan teknologi. Dua tahun terakhir ini, pengadaan bahan pustaka bukan hanya dalam bentuk fisik tetapi difokuskan pada pengadaan bahan pustaka dalam bentuk elektronik (e-journal &e-book). Berdasarkan data tahun 2014, jumlah koleksi perpustakaan dapat dilihat melalui tabel berikut:

Tabel 3:

Keadaan Koleksi Perpustakaan UIN Suska Riau

Jenis Koleksi

Kategori

Jumlah Judul

Jumlah Eksemplar

Buku*

Bhs. Indonesia

13.682

91.422

Bhs. Arab

2.838

14.826

Bhs. Inggris

3.544

7.518

Local Content

Disertasi

9

37

Tesis

647

678

Skripsi

19.068

19.068

Tugas Akhir

772

772

Laporan Penelitian

456

686

Referensi

Buku Referens

522

1.143

ACIS Corner

607

1.553

Serial

Jurnal ACIS

322

682

Jurnal Umum

655

1.339

Majalah

644

1.748

E-book

Elektronik

103

103

E-journal

Emerald; Cambridge; SpringerLink; Oxford Islamic Studies.

4

4

*Tidak  termasuk sumbangan (hadiah)

c. Sumber Daya Manusia

Jumlah sumber daya manusia pada perpustakaan UIN Suska Riau sebanyak 33 orang, dengan klasifikasi pendidikan S3 = 1 orang; S2 = 4 orang; S1 = 13 orang; D3 = 2 orang; D2 = 1 orang; SLTA = 11 orang; SLTP = 1 orang. Pegawai dengan jabatan fungsional pustakawan hanya 6 Orang, yang akan mengajukan jabatan fungsional pustakawan pertama sebanyak 2 orang.

d. Anggaran

Dana yang dialokasikan bagi perpustakaan tergolong menengah dibanding dengan perpustakaan perguruan tinggi Islam lainnya di Indonesia. Dari tahun ke tahun alokasi anggaran mengalami kenaikan meskipun tidak terlalu signifikan. Tahun 2015 pagu anggaran untuk perpustakaan sekitar 3,5 Milyar.

e. Struktur Organisasi

Perpustakaan UIN SUSKA Riau adalah Unit Pelaksana Teknis di bidang perpustakaan setingkat dengan Lembaga, dipimpin oleh seorang kepala dan bertanggungjawab langsung kepada Rektor. Pembinaan sehari-hari perpustakaan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik.

Pada kebanyakan organisasi perpustakaan Perguruan Tinggi Islam, posisi Kepala Perpustakaan belum dimasukkan sebagai salah anggota senat universitas sebagai mana yang dikehendaki dalam Standar Nasional Perpustakaan bahwa Kepala Perpustakaan Perguruan Tinggi menjadi anggota senat akademik perguruan tinggi (SNP 010:2011, hlm. 7).

  1. ANALISIS SWOT

Sebelum suatu organisasi/perpustakaan berusaha merumuskan pengembangan di masa mendatang (kebijakan strategis), terlebih dahulu harus dilakukan penilaian/kajian terhadap lingkungan organisasi baik yang bersifat internal maupun eksternal, lingkungan dalam dan luar organisasi yang memiliki pangaruh yang sangat penting terhadap kebijakan dan strategi organisasi.

Proses malakukan penilaian ini sering disebut sebagai analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities and Threats) yang mencakup Kekuatan dan Kelemahan yang terdapat dalam organisasi/perpustakaan (faktor internal), kesempatan/peluang dan ancaman/tantangan (faktor eksternal). Faktor internal dapat berupa fasilitas/infrastruktur, layanan, teknologi, sumberdaya manusia (staffing), komunikasi, dan sumber daya finansial. Sedangkan faktor eksternal dapat berupa politik, ekonomi, social dan teknologi (PEST).

Adapun hasil analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perpustakaan UIN Suska Riau diantaranya dilihat dari status dan struktur organisasi perpustakaan, sumber daya manusia perpustakaan, dukungan pimpinan/ pejabat di lingkungan UIN Suska Riau, kebijakan pembinaan dan pengembangan koleksi, sarana/ prasarana dan fasilitas perpustakaan, otomasi perpustakaan  (Perpustakaan digital), anggaran dan kerjasama antar perpustakaan.

  1. VISI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN UIN SUSKA RIAU MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY
    1. Visi dan Misi UIN Suska Riau

Arah pengembangan perpustakaan UIN Suska Riau tidak terlepas dari apa yang diimpikan oleh UIN Suska Riau minimal 5 (lima) tahun kedepan, maka dari itu perpustakaan tidak dapat melepaskan diri begitu saja dengan apa yang dicita-citakan oleh lembaga induk, dan bahkan sebaliknya perpustakaan sebagai bagian integral dengan lembaga induknya harus berupaya seoptimal mungkin mewujudkan visi dan misi UIN Suska Riau. Dengan demikian visi dan misi, kebijakan dan program kerja perpustakaan harus mengarah dan mendukung sepenuhnya dengan apa yang ingin dicapai oleh UIN Suska Riau termasuk untuk menjadikan UIN Suska Riau sebagai Universitas Bertaraf Internasional (World-Class University).

Pada Pasal 3  Statuta UIN Suska Riau yang dikokohkan dalam Peraturan Menteri Agama RI Nomor 23 Tahun 2014 disebutkan bahwa Visi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau adalah:

“Terwujudnya UIN sebagai lembaga pendidikan tinggi pilihan utama pada tingkat dunia yang mengembangkan ajaran Islam, Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan/atau seni secara integral pada tahun 2023.”

Sedangkan pada Pasal 4 disebutkan bahwa Misi yang diemban oleh UIN Suska Riau adalah:

  1. Menyelenggaran pendidikan dan pengajaran untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas secara akademik dan profesional serta memiliki integritas pribadi sebagai sarjana muslim;
  2. Menyelenggarakan penelitian dan pengkajian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dengan menggunakan paradigma Islam;
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan ilmu pengethuan, teknologi, dan/atau seni serta menggunakan paradigma Islam;
  4. Menyelenggarakan tatapamong perguruan tinggi yang otonom, akuntabel dan transparan yang menjamin peningkatan kualitas berkelanjutan.
  1. Visi dan Misi Perpustakaan UIN Suska Riau

Dengan tetap mengacu pada Visi UIN Suska Riau, maka Visi Perpustakaan UIN Suska Riau adalah: “Menjadikan Perpustakaan UIN Suska Riau sebagai pusat akses informasi terkemuka khususnya di bidang kajian Islam Asia Tenggara dan Budaya Melayu bagi masyarakat Perguruan Tinggi di Dunia”.

Adapun misi perpustakaan UIN Suska Riau adalah:

  1. Menyediakan berbagai fasilitas dan layanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi guna mendukung kemudahan akses informasi bagi pemustaka;
  2. Mengoptimalkan pengadaan dan ketersediaan sumber informasi baik dalam bentuk fisik maupun elektronik (digital) terutama sumber informasi yang terkait dengan budaya Melayu Nusantara dan Keislaman;
  3. Memberikan layanan prima (services excellence) bagi pemustaka baik secara manual maupun melalui media online.
  4. Membina kerjasama, kemitraan dan jejaring (network) dengan perpustakaan dan pusat informasi baik berskala lokal, nasional maupun internasional dalam rangka resource sharing.
  5. Membina kerjasama dan hubungan baik dengan stokeholder dalam mendukung pelaksanaan program kerja perpustakaan.

1. Arah Program Pengembangan Perpustakaan menuju Kelas Internasional

Berdasarkan pemaparan kondisi objektif perpustakaan dan tuntutan globalisasi informasi dan persaingan menuju lembaga bertaraf internasional (world-class university), maka arah pengembangan perpustakaan UIN Suska Riau diarahkan pada 8 (delapan) fokus utama, yaitu:

  1. Sarana dan Prasarana
  2. Fasilitas
  3. Koleksi
  4. Layanan
  5. Peningkatan Kualitas SDM
  6. Kerjasama Perpustakaan
  7. Perpustakaan sebagai Pusat Pembelajaran Literasi Informasi
  8. Mengupayakan Dukungan Dana
  1. PENUTUP

Mewujudkan perpustakaan UIN Suska Riau menuju perpustakaan bertaraf Internasional merupakan impian bagi kami sivitas akademika UIN Suska Riau. Impian ini akan terwujud (meski dalam jangka waktu yang cukup lama) dengan adanya kerjasama antara perpustakaan, fakultas dan pihak pimpinan universitas melalui berbagai program-program pengembangan perpustakaan yang tepat sasaran dan akuntabel.

Sebagai pimpinan perpustakaan, kami berupaya semaksimal mungkin merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi berbagai program-program terkait dengan bidang perpustakaan yang mendukung terwujudnya UIN Suska Riau sebagai World-Class University. Semoga apa yang dicita-citakan bersama dapat terwujud, amin ya Rabbal alamin. (*)

Penulis Adalah: Kepala Perpustakaan UIN Suska Riau